Selasa, Mei 01, 2012

2013, Malang Jadi Bandara Internasional

MALANG – Meski jumlah bandara internasional di Indonesia-- mencapai 27 bandara-- dinilai terlalu berlebihan, tapi tahun depan Jawa Timur menargetkan Bandara Abdulrachman Saleh, Malang  juga ‘go’ internasional. Selain karena Bandara Juanda sudah melebihi kapasitas, sehingga diperlukan bandara pendamping, dengan fasilitas baru rute dunia bisa menerbangi Malang.

Gerbang Bandara Abdurrahman Saleh, Malang
Namun menurut kalangan pengamat fasilitas Bandara Abdulrahman Saleh saat ini masih jauh dari kata cukup untuk menjadi bandara internasional. “Pada dasarnya Malang punya potensi besar untuk pariwisata namun pencanangan sebuah bandara menjadi sebuah bandara internasional butuh waktu dan proses yang panjang,” terang pengamat penerbangan Dudi Sudibyo Rabu (11/4).
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bandara Internasional  antara lain Karantina, Balai Kesehatan untuk penumpang, Bea Cukai dan Imigrasi serta Sosialisasi terhadap pasar luar bahwa di Jatim terdapat dua bandara international yaitu Bandara Juanda dan Bandara Abdul Rahman Saleh.
 Terkait runway, bandara Malang hanya memiliki panjang 2.300 meter, padahal untuk sebuah bandara international syaratnya sekitar 3.000 meter. Sementara untuk kedatangan dalam dan luar negeri dia merasa telah cukup memenuhi Kuota.
Selain itu  masih banyak peralatan lain yang hasrus disiapkan. Bandara Abdulrahman  Saleh harus dipasang instrument light system (ILS). Pasalnya hingga kini bandara itu belum memiliki ILS, sedangkan untuk memasang ILS merupakan kewenangan pemerintah pusat.ILS ini digunakan untuk memfasilitasi penerbangan pada malam hari.
“Sejauh ini masih sekitar tujuh kali penerbangan pulang pergi. Dari Malang-Jakarta sebanyak enam kali penerbangan, dan satu kali penerbangan Malang-Denpasar. Itu siang semua, jadi belum lah,” tambahnya
Terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara, Mayor Teguh Susilotomo mengatakan 2013 semua fasilitas bandara sudah selesai pengerjaannya. “Sekarang tinggal perbaikan di kiri dan kanan saja. Selama empat minggu ke depan, perbaikan terakhir itu ditarget sudah selesai. Jadi 2013 siap pakai,” katanya saat dihubungi Rabu (11/4) pagi tadi.
Dicontohkannya perpanjangan lintasan atau runway dari sebelumnya 1.900 meter menjadi lebih dari 2.300 meter telah selesai. Setelah finishing, kini tinggal pemasangan runway light sekitar 400 meter untuk mempermudah proses landing pesawat.  “Kalau runway light ini dipasang secepatnya. Harapan kami tahun ini juga sudah selesai,”paparnya.
Sementara untuk pengerjaan terminal keberangkatan yang berdiri 2 lantai saat ini masih terhenti. Teguh memperkirakan mandeknya pengerjaan itu disebabkan karena anggaran yang belum turun pada tahun ini.
“Mungkin karena anggaran tahun ini belum turun. Kalau sudah cair, bisa segera dikerjakan lagi. Untuk pembangunan terminal keberangkatan, Pemprov Jatim yang tahu karena anggarannya dari APBD Jatim,” urai Teguh.Saat ini pengerjaannya baru sekitar 30% saja. Kapasitasnya mampu menampung hingga 900 penumpang.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, usulan agar Bandara Abdulrahman Saleh menjadi bandara internasional sudah disampaikan kepada Meteri Perhubungan sejak dua bulan silam.
“Menhub sudah menerima dan sekarang mempelajari usulan kami,” kata Soekarwo usai Apel Komandan Satuan di Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang, Selasa (10/4).
Sejak akhir 2011 silam, bandara yang sebelumnya menyatu dengan pangkalan TNI AU ini sudah terpisah dengan penerbangan militer. Sehingga murni untuk penerbangan komersial dan dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara yang bertanggungjawab langsung kepada Pemprov Jawa Timur. Dengan demikian, Bandara Abdurrahman Saleh menjadi bandara yang dikelola oleh Pemprov Jawa Timur dan tiga pemerintah daerah Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Malang).“Bandara Abdurrahman Saleh akan menjadi pilot project, biar PT Angkasa Pura punya competitor,” ujar Soekarwo.
Salah stau pertimbangan Malang harus memiliki bandara internasional karena geliat Malang Raya makin pesat. Diantaranya, sebanyak 45% mahasiswa yang belajar di Malang berasal dari luar Jawa Timur.
Usulan bandara Abd Saleh menjadi bandara internasional ini disambut baik oleh Pemkot Malang. Walikota Malang, Peni Suparto mengatakan, pihaknya sudah memiliki rencana untuk membangun embarkasi haji bagi para jamaah haji yang berasal dari Kota Malang.
“Kalau rencana itu disetujui, kami siap membangun embarkasi haji. Sehingga para jamaah haji tak perlu jauh-jauh ke Surabaya,” kata Peni.
Selain itu, sambungnya, manfaat lainnya tentu dirasakan masyarakat Malang Raya. Misalnya, berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan dari luar daerah. Karena akses transportasi semakin mudah dijangkau.
Sekadar diketahui, dari 27 bandara internasional di Indonesia sebenarnya hanya 5 yang ideal mengikuti program open sky penerbangan ASEAN pada 2015.Lima bandara Indonesia yang akan sepenuhnya dibuka untuk dimasuki maskapai-maskapai dari negara ASEAN yaitu Soekarno-Hatta (Jakarta), Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar) dan Sultan Hasanuddin (Makassar).zar,m42

Senin, April 30, 2012

Contoh Jenis Barang Dagangan Yang Dijual di Stand Malang Kembali VII 2012

Kalau membaca nama-nama jenis makanan, mainan, kerajinan, dan lain-lain di bawah ini. yang terasa benar-benar ada pada kondisi budaya dan peradaban Malang dan sekitarnya. Saya jadi teringat masa-masa kecil dan ingin sekali mengenangnya. Ini hanya sekedar kopi paste Informasi Stan Festival Malang Kembali 2012 yang diselanggarakan oleh Jajasan Inggil, Djalan Gadjahmada no. 4 Malang dan Pemerintah kota Malang




Contoh Jenis Barang Dagangan (yang Diperbolehkan) Dijual di Stand Malang Kembali VII 2012
  1. Stand Makanan
    • Sego Jagung, Pecel, Kuning, Kuning, Rames, Goreng Jowo
    • Rujak Petis, Cingur, Legi
    • Orem-orem
    • Sate Kambing, Ayam, Klopo
    • Tahu Lontong, Tahu Bumbu, Tahu Telor
    • Mi Goreng Jowo
    • Soto Daging Ayam, Daging Sapi, Daging Kambing
    • Ikan Bakar, Ayam Bakar
  2. Stand Batik
    • Baju Batik
    • Pakaian Reog
    • Kebaya
    • Sorjan
    • Blangkon
    • Sewek
    • Kaos Oblong
    • Kopiah
    • Sarung
    • Topi Laken
    • Capil
  3. Stand Jajanan dan Minuman
    • Gandos Rangin
    • Lupis, Cenil. Putu
    • Horog-horog, Sawut, Gatot, Tiwul
    • Jajan Cecek-cecekan
    • Gempo, Lemet, Iwel-iwel, Bugis
    • Getuk, Apem, Bikang, Kucur
    • Ting-ting, Gulo Kacang, Carang Mas
    • Lamtari, Opak, Renginang
    • Samiler, Krupuk Rambak, Krupuk Pasir
    • Gelali, Arbana
    • Gelali, Arbanat
    • Gorengan
    • Polo Pendem
    • Jagung Godhog, Jagung Bakar, Kacang
    • Jenang Grendul, Jenang Sum-sum, Jenang Abang
    • Angsle, Kolak, Ronde
    • Kopi, Teh, Wedhang Jae, susu
    • Es Degan, Dawet
    • Es Puter
    • Roti Maryam
    • Es Gandul Tali Merang
    • Es Lilin, Es Goyang
    • Jamu
    • Buah Juwet, Rukem, Ranti
  4. Stand Jasa
    • Pijit Tradisional
    • Salon & Spa Tradisional
    • Ramalan
    • Jamas Keris
  5. Stand Kerajinan
    • Gerabah, Keramik
    • Akik
    • Lukisan
    • Wayang Kulit
    • Topeng Kayu
    • Jaran Kepang, Caplokan, Reog
    • Produk Handy Craft
    • Kloso Pandan
    • Payung Kertas
    • Alat Dapur Tradisional
    • Klompen
  6. Stand Benda Antik
    • Perabot Antik
    • Buku Kuno
    • Sepeda Onthel
    • Uang Lama
    • Benda Pos Kuno
  7. Stand Mainan Anak
    • Bedhil-bedhilan
    • Gasing Kayu,Bambu
    • Terbang
    • Kapal-kapalan Kayu
    • Kuda-kudaan Kayu
    • Kekehan
    • Tulup
    • Damar Kurung
    • Kitiran
    • Burung, Kelinci, Gareng Pung, Jangkrik
    • Keong
Sumber, Artikel/foto/logo :

Kamis, April 26, 2012

Arti Tanda Segitiga Di Bawah Kemasan Botol Plastik

Pernahkah anda sempatkan melihat / mengamati sebuah tanda berbentuk segitiga yang terdapat pada botol/gelas atau yang lainnya yang terbuat dari plastik, dimana tanda itu ada dibawahnya. Tanda di bawah botol/gelas plastik itu merupakan kode yg dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diikuti oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). 

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut berciri-ciri :
1. Berada atau terletak di bagian bawah,
2. Berbentuk segitiga,
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka,
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga.

Berikut arti dari istilah-istilah tersebut :

1. PETE/PET

Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

Bahan PETE ini pun berbahaya bagi pekerja yang berhubungan dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE. Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara yang mengandung senyawa tersebut.

Seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan pun, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

Mayoritas bahan PETE di dunia digunakan untuk serat sintesis dan bahan dasar botol kemasan. Di dalam pertekstilan, PETE biasa disebut dengan polyester.

2. HDPE

Pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, galon air minum, kursi lipat dan lain-lain.

Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V/PVC

Tertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V.

V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan botol-botol.

Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15°C.

4. LDPE

Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic, dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat.

Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6. PS

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.

Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6. Namun, bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER

Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon

Dapat dtemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik dan plastik kemasan.

SAN n ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia n suhu, kekuatan, kekakuan dan tingkat kekerasan yg telah ditingkatkan.

Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi dan sikat gigi.

Sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Bahan-bahan ini merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

PC (polycarbonate) dpt ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan serta minuman, termasuk kaleng susu formula.

Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan n minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Pemakaian dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave atau dituangi air panas.

Kesimpulan yang didapat dari tanda klasifikasi plastik tersebut:


  • Hati-hati dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6 dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai!
  • Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5 dan 7 (SAN atau ABS)
Bagi orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra atau putrinya:

  1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
  2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
  3. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
  4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
  5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Biasanya digunakan untuk tempat air putih di dalam kulkas.

Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2) tidak dapat dicegah, gunakan hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.




Sumber :

Popular Posts

Last Comment

Daftar Blog Saya